Pertemuan 9 β Teori Interaksionisme Simbolik (1)
Materi: Perbandingan Teori Sosiologi
1. Teori Fungsionalisme
- Masyarakat dipandang sebagai suatu sistem yang stabil dan harmonis.
- Tiap lembaga sosial (keluarga, pendidikan, agama, ekonomi, politik) berfungsi menjaga keseimbangan sosial.
- Jika salah satu bagian tidak berfungsi, sistem akan terganggu.
- Tokoh: Γmile Durkheim, Talcott Parsons, Robert K. Merton.
- Contoh: sekolah berfungsi menanamkan nilai disiplin dan keterampilan; agama berfungsi menjaga moral dan solidaritas sosial.
2. Teori Konflik
- Menjelaskan masyarakat melalui sudut pandang pertentangan dan perebutan sumber daya.
- Struktur sosial mencerminkan ketimpangan antara kelompok berkuasa dan yang dikuasai.
- Perubahan sosial terjadi karena adanya konflik kepentingan.
- Tokoh: Karl Marx, Ralf Dahrendorf, Lewis Coser.
- Contoh: konflik antara buruh dan pengusaha terkait upah; konflik agraria antara masyarakat adat dan perusahaan.
3. Teori Interaksionisme Simbolik
- Fokus pada interaksi sehari-hari yang sarat makna dan simbol.
- Simbol adalah kunci dalam memahami perilaku sosial.
- Realitas sosial tidak statis, tetapi dibentuk dan dinegosiasikan melalui interaksi.
- Tokoh: George Herbert Mead, Herbert Blumer, Erving Goffman.
- Contoh: jabat tangan sebagai simbol pertemuan; pakaian seragam sebagai simbol identitas kelompok; emotikon π sebagai simbol emosi ramah.
Gambar 1: Ilustrasi tentang interaksi sosial dalam masyarakat
Pertemuan 10 β Teori Interaksionisme Simbolik (2)
Materi: Simbol Sosial dalam Kehidupan Sehari-hari
1. Pengertian Simbol Sosial
- Simbol adalah tanda, isyarat, benda, atau tindakan yang mewakili sesuatu dan dipahami maknanya oleh kelompok sosial.
- Simbol bersifat relatif: makna bisa berbeda di setiap budaya.
- Tanpa simbol, komunikasi sosial akan sulit dilakukan.
2. Fungsi Simbol Sosial
- Komunikasi: mempermudah penyampaian pesan (bahasa, gestur, tanda).
- Identitas: membedakan satu kelompok dengan kelompok lain (seragam, logo, bendera).
- Kontrol sosial: mengatur perilaku agar sesuai norma (rambu lalu lintas, tanda larangan).
- Solidaritas: memperkuat rasa kebersamaan (lagu kebangsaan, lambang negara).
3. Contoh Simbol Sosial di Lingkungan Sekitar
- Sekolah: seragam β disiplin, identitas siswa; logo OSIS β kepemimpinan pelajar.
- Masyarakat: bendera merah putih β nasionalisme; pakaian adat β jati diri budaya.
- Media Sosial: tanda like π β apresiasi; tanda hati β€οΈ β kasih sayang/kedekatan.
Gambar 2: Berbagai contoh simbol sosial dalam kehidupan sehari-hari
Pertemuan 11 β Teori Interaksionisme Simbolik (3)
Materi: Simbol, Makna, dan Interaksi Sosial
1. Hubungan Simbol dengan Makna Sosial
- Simbol hanya bermakna jika ditafsirkan.
- Proses interpretasi ini dilakukan dalam interaksi sosial.
- Makna dapat berubah sesuai konteks ruang, waktu, dan budaya.
2. Contoh Hubungan Simbol dan Makna
- Senyum β makna ramah β interaksi menjadi lebih hangat.
- Seragam sekolah β makna identitas dan kesetaraan β interaksi menciptakan solidaritas.
- Tanda hati β€οΈ di media sosial β makna suka atau cinta β interaksi berupa kedekatan emosional.
- Topi toga β makna kelulusan dan prestasi β interaksi berupa perayaan keberhasilan.
3. Interaksionisme Simbolik dalam Kehidupan Sehari-hari
- Kehidupan sosial penuh dengan simbol: bahasa, isyarat tubuh, pakaian, ritual.
- Identitas diri juga dibentuk melalui interaksi simbolik (misalnya gaya berpakaian mencerminkan kepribadian).
- Interaksi simbolik menjadi dasar terbentuknya norma, budaya, bahkan institusi sosial.
Gambar 3: Ilustrasi interaksi simbolik dalam komunikasi
Video Pembelajaran
Video tentang interaksionisme simbolik akan ditambahkan di sini
Pertemuan 12 β Paradigma Ganda dalam Sosiologi
Materi: Tiga Paradigma Sosiologi
1. Paradigma Fakta Sosial
- Masyarakat dilihat sebagai kenyataan objektif di luar individu.
- Fakta sosial memaksa individu untuk bertindak sesuai aturan.
- Fokus pada struktur, norma, hukum, lembaga.
- Tokoh: Γmile Durkheim, Talcott Parsons.
- Contoh: aturan sekolah, hukum lalu lintas, norma agama yang membatasi perilaku.
2. Paradigma Definisi Sosial
- Menekankan peran individu dalam memberi makna pada tindakan sosial.
- Realitas sosial dipahami melalui interpretasi, motivasi, dan subjektivitas.
- Tokoh: Max Weber (verstehen), George Herbert Mead, Erving Goffman.
- Contoh: makna salam dalam budaya Jawa (ungkapan hormat), pemakaian cincin kawin (simbol komitmen).
3. Paradigma Perilaku Sosial
- Masyarakat dipahami melalui pola perilaku yang dapat diamati.
- Perilaku manusia dipengaruhi oleh stimulus, hadiah (reward), atau hukuman (punishment).
- Tokoh: B.F. Skinner, George C. Homans.
- Contoh: siswa belajar rajin karena ingin nilai bagus; anak patuh karena takut hukuman.
Gambar 4: Ilustrasi tentang paradigma dalam sosiologi
Tabel Perbandingan Teori dan Paradigma Sosiologi
Tabel Perbandingan Teori Sosiologi
| Teori |
Fungsi / Pandangan |
Fokus Kajian |
Tokoh Utama |
Contoh |
| Fungsionalisme |
Masyarakat = sistem stabil & harmonis |
Keseimbangan sosial melalui lembaga |
Γmile Durkheim, Talcott Parsons, Robert K. Merton |
Sekolah β menanamkan disiplin; agama β menjaga moral & solidaritas |
| Konflik |
Masyarakat = arena pertentangan & perebutan sumber daya |
Ketimpangan, konflik kepentingan, perubahan sosial |
Karl Marx, Ralf Dahrendorf, Lewis Coser |
Konflik buruhβpengusaha soal upah; konflik agraria |
| Interaksionisme Simbolik |
Realitas sosial dibentuk lewat interaksi simbol |
Makna, simbol, komunikasi sehari-hari |
George H. Mead, Herbert Blumer, Erving Goffman |
Jabat tangan β pertemuan; seragam β identitas; emotikon π β ramah |
Tabel Paradigma dalam Sosiologi
| Paradigma |
Fungsi / Pandangan |
Fokus Kajian |
Tokoh Utama |
Contoh |
| Fakta Sosial |
Masyarakat = kenyataan objektif, memaksa individu |
Struktur, norma, hukum, lembaga |
Γmile Durkheim, Talcott Parsons |
Aturan sekolah; hukum lalu lintas; norma agama |
| Definisi Sosial |
Individu memberi makna pada tindakan sosial |
Interpretasi, motivasi, subjektivitas |
Max Weber, George H. Mead, Erving Goffman |
Salam Jawa β hormat; cincin kawin β komitmen |
| Perilaku Sosial |
Perilaku = hasil stimulus, reward, punishment |
Pola perilaku yang dapat diamati |
B.F. Skinner, George C. Homans |
Siswa belajar rajin β nilai bagus; anak patuh β takut hukuman |
Gambar 5: Ilustrasi perbandingan berbagai teori sosiologi
LKPD Online - Teori Interaksionisme Simbolik
Isilah Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berikut dengan jawaban yang tepat berdasarkan pemahaman Anda tentang materi yang telah dipelajari.